Pages
suka-suka donk,,all about what we must know!!
Sabtu, 10 September 2011
RENUNGAN HARIAN - edisi Minggu, 11 Sept 2011
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
(2 Timotius 1:5)
Bacaan : 2 Timotius 1:3-6
DUA WANITA HEBAT
Dunia mengenal sosok Fanny Crosby sebagai wanita buta dengan prestasi luar biasa melebihi wanita berpenglihatan normal. Ternyata, hidup Fanny bisa luar biasa karena jasa dua wanita hebat yang mendampinginya: Eunice(neneknya) dan Nyonya Hawley (gurunya).
Eunice berperan besar dalam mendampingi, mendisiplin, dan menjelaskan kepada Fanny mengenai dunia yang belum dilihatnya. Sementara Nyonya Hawley adalah guru yang menguasai hukum taurat, puisi-puisi (termaksud Amsal), kitab injil, himne-himne karya Isaac Watts, dan Charles Wesley. Tak heran kalau Fanny Crosby menguasai banyak hal pada usia 8 tahun.
Sobat muda, hidup Fanny Crosby bisa luar biasa karena ia punya mentor-mentor yang hebat. Dunia bahkan mungkin tak kenal dengan eunice dan Nyonya Hawley, tapi keduanya berjasa membangun fondasi, menolong Fanny menemukan talentanya, dan terus memberinya semangat untuk bisa berhasil dalam hidupnya. Hal yang sama dialami oleh Timotius. Ia bisa jadi history maker pada zamannya karena pengaruh yang kuat dari dua wanita hebat, yakni nenek dan ibunya. Proses mentoring yang dilakukan kedua wanita ini membuat Timotius muda jadi sosok yang luar biasa.
Sobat muda, sangat jarang orang berhasil dalam hidupnya seorang diri. Banyak orangberhasil hidupnya karena punya mentor atau pembimbing yang hebat. Lewat para mentorlah mereka bisa dapat dukungan doa, pendampingan, bahu untuk menangis, dan dorongan untuk bangkit dari kegagalan. Kalau Fanny Crosby dan Timotius hidupnya bisa luar biasa karena mereka punya mentor, ada baiknya kamu juga punya. Caranya, kamu bisa berdoa dan mulai cari orang yang tepat, setelah itu, berjuanglah bersama sampai hidupmu jadi luar biasa dan berdampak bagi generasi ini. (ba)
Mentor yang tepat bisa menjadikanmu luar biasa
Sumber: Renungan Anak Muda edisi September 2011
Diposting oleh
Deby Nussy
di
22.07
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
RENUNGAN HARIAN - edisi Sabtu, 10 Sept 2011
... mereka mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api dan melakukan tenung dan telaah...sehingga mereka menimbulkan sakit hati-Nya.
(2 Raja-raja 17:17)
Bacaan : 2 Raja-raja 17:7-23
BAHAYA OKULTISME
Yenni, remaja putri berusia 11 tahun, punya kegemaran yang agak aneh. Hampir tiap sore ia bermain di kuburan yang ada dekat rumahnya. Bukan hanya itu, Yenni juga berlangganan layanan hiburan yang dilihatnya di televisi dengan "ketik REG" karena penasaran dengan masa depan dan kehidupan asmaranya. Apa kata bintangmu? Apakah pria ini adalah pangeranmu yang sejati? Kata-kata ini secara tak sadar berhasil memikat dan menjerat hidupnya. Yenni tak sadar kalau hidupnya dalam bahaya.
Pada zaman raja Hosea, kerajaan Israel pernah runtuh karena mereka berpaling dari Tuhan. Salah satu kekejian yang mereka lakukan adalah keterlibatan dengan okultisme ( Yeremia 17:17). Dalam Alkitab terjemahan lain, ayat ini berbunyi, "Mereka mempersembahkan anak-anak mereka sebagai kurban bakaran kepada dewa.
Mereka memakai ilmu gaib dan meminta petunjuk dari dukun-dukun yang dapat berhubungan dengan roh-roh. Mereka begitu giat melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan hati TUHAN (2 Raja-raja 17:17, BIS) tak heran kalau akhirnya Tuhan sakit hati dengan kelakuan mereka, sampai mereka dibiarkan jadi tawanan.
Hari-hari ini iblis makin gencar mempengaruhi generasi muda lewat hal-hal yang berbau okultisme. Kemasan sengaja dibuat menarik biar generasi muda tak sadar kalau dirinya sedang dijebak iblis. Hati-hati, Sobat muda! Semua yang berasal dari iblis, sebaik apapun kemasannya, ujungnya pasti tak baik. Jadi, kalau sampai saat ini kamu masih terlibat dengan okultisme, bertobatlah dan kembali pada Tuhan sekarang juga. Jika perlu, kamu bisa minta dilayani pelepasan agar pengaruh okultisme benar-benar lepas dari hidupmu. Setelah itu, jauhilah okultisme dan belajarlah hidup untuk menyenangkan hati-Nya. Selamat beraktivitas! (prp)
Keterlibatan dengan okultisme membuat seseorang jadi musuh Tuhan
Sumber: Renungan Anak Muda edisi September 2011
Diposting oleh
Deby Nussy
di
02.38
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 08 September 2011
RENUNGAN HARIAN - edisi Kamis, 8 Sept 2011
Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran Tuhan.
(Yesaya 30:9)
Bacaan : Yesaya 30:8-11
ANAK MUDA YANG BEDA
Banyak anak muda yang hidupnya mengikuti trend yang suka menonjolkan kejantana. Banyak anak muda bangga kalau sudah masuk jadi anggota geng yang brutal karena dirinya akan kelihatan perkasa dan berkuasa. Tidak sedikit juga anak muda yang bangga kalau dapat mencelakakan sesamanya, memukul, menghajar sampai luka berat, sampai kuat minum sekian botol minuman alkohol. Bahkan tak jarang, anak-anak muda itu juga melawan dan berontak kepada orangtuanya, melawan hukum, bahkan melawan Tuhan.
Bacaan Alkitab kita hari ini menunjukan apa yang banyak diperlihatkan oleh anak-anak muda zaman sekarang: suka berontak, suka berdusta, dan tak mau mendengar pengajaran. Tuhan tak lagi dianggap sebagai sumber pertolongan, tetapi lebih suka dengan hal-hal yang semu dan manis bagi jiwa mereka. Firman Tuhan mengingatkan, kalau kelakuan semacam ini diteruskan dan kita tak bertobat, maka keadaan mereka akan hancur. Cuma ada satu cara yang Alkitab ajarkan, yakni kita harus bertobat dan tinggal diam dalam hadirat-Nya. Kekuatan kita yang sejati akan muncul saat kita tinggal tenang dan percaya kepada Tuhan.
Sobat muda, tidak semua yang dilakukan generasi muda sekarang harus kamu ikutin juga. Kalau anak-anak muda lain suka membuktikan siapa dirinya, tidak peduli bagaimanapun caranya, hendaknya hidup kita tetap berpegang pada kebenaran. Kalau sejak muda kita sudah suka bohong demi ketenaran kita, maka kita akan terbiasa dan mengganggap dusta sebagai kebenaran. Orang-orang yang suka bohong, tak mau diatur, dan menolak pengajaran dari Firman Tuhan, hidupnya tidak akan lebih baik. Ayo, belajar bangun hidupmu dengan kejujuran, mau untuk diatur, dan mau mendengar apa yang Firman Tuhan katakan. Mari belajar hidup dalam kebenaran. (bee)
Tidak ada yang bisa dibanggakan dari sikap suka berontak, suka bohong, dan penolakan terhadap pengajaran Tuhan.
Sumber: Renungan Anak Muda edisi September 2011
Diposting oleh
Deby Nussy
di
01.55
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Rabu, 07 September 2011
RENUNGAN HARIAN - edisi Rabu, 7 September 2011
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
(2 Samuel 12:13)
Bacaan : 2 Samuel 12:1-14
KELEMBUTAN HATI
Ketika masih muda, Joy sempat terlibat konflik dengan ayah tirinya ketika ayahnya ingin menasehati agar ia belajar jadi wanita yang dewasa. Beliau tidak setuju dengan beberapa gaya hidup yang ia jalani. Bukannya bertrima kasih dan mendengarkan nasehatnya, malah ia marah dan membantah beliau dengan perkataan yang tidak pantas. Ayahnya pun marah hingga tak mau mengganggapnya sebagai anak lagi. Ketika berdoa, ternyata Tuhan menggerakan hati Joy agar meminta maaf karena perlakuan yang tak baik itu. Puji Tuhan, ternyata ayahnya mau mengampuni kesalahannya.
Sobat muda, kelembutan hati adalah awal dari pemulihan, baik dalam berelasi dengan sesama maupun dalam hubungan kita dengan Tuhan. Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya jika Joy tetap ngotot merasa benar dan tidak minta maaf. Mungkin ayahnya juga tidak akan mengampuninya. Hari ini Alkitab menceritakan bagaimana Daud menerima teguran yang sangat keras dari Nabi Natan berkaitan dengan dosanya. Bukannya marah dengan teguran itu, sikap Daud malah menunjukan kelembutan hati yang dimilikinya. "Aku sudah berdosa kepada Tuhan," itulah pengakuan Daud. Tidak ada pembelaan, merasa benar, atau menyalahkan orang lain. Dalam Mazmur 51, Daud juga menyatakan pengakuan dosanya dengan panjang lebar.
Kelembutan hati terlihat ketika kita berani mengakui kesalahan dan minta maaf tanpa membela diri. Kelembutan hati akan nampak pula ketika kita bersedia menerima koreksi, teguran, dan nasihat supaya hidup kita jadi lebih baik di masa mendatang. Bagaimana dengan kondisi hatimu saat selama ini? Apakah kamu termaksud orang yang muda yang mengakui kesalahan dan mau menerima koreksi atau teguran? Mari belajar punya hati yang lemah lembut karena itu akan membawa kebaikan bagi kita. (pol)
"Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka memiliki bumi." (Matius 5:5)
Sumber: Renungan Anak Muda edisi September 2011
Diposting oleh
Deby Nussy
di
04.08
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Selasa, 06 September 2011
RENUNGAN HARIAN - edisi Selasa, 6 September 2011
Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja.
(Daniel 1:3-4)
Bacaan : Daniel 1:1-21
PENTINGNYA PENDIDIKAN
Fanny Crosby lahir dengan nama Frances Jane Alstyne.Orangtuanya bernama John dan Mercy Crosby. Pada usia 15 tahun, Fanny masuk dalam sebuah pendidikan khusus anak-anak buta yang membuatnya mandiri dan mengerti banyak hal tentang kehidupan. Fanny jadi murid yang paling menonjol dan dianggap mahir dalam bidang matematika, seni, bahasa Inggris, dan filsafat. Fanny juga sangat jago bermain gitar, harpa, piano, dan organ, serta ahli menulis puisi. Tidak heran kalau banyak tulisan Fanny sering dimuat di harian Tribune dan New York Times.
Sobat muda, semua itu tidak akan pernah terjadi jika Fanny tidak pernah bersekolah. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan itu sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Apalagi kalau kita mau memberi pengaruh kepada orang banyak dengan menulis di surat kabar, bicara di hadapan pejabat daerah, atau menghadiri jamuan di istana negara. Bahasa Alkitabnya, kita berdiri di hadapan raja-raja. Kalau kita mau mengalami hal itu, maka proses didikan tidak boleh diabaikan karena kita sedang ditempa dan dipersiapkan. Daniel dianggap layak bekerja pada raja. Tapi semua itu dianggap belum cukup. Makanya Daniel masih perlu diajarkan tulisan dan bahasa orang kasdim. Penyertaan Allah membuat membuat kecerdasan Daniel tambah mantap sehingga ia ditemukan punya kecerdasan 10 kali lipat dibanding teman-temannya. Sobat Muda, kalau sekarang kamu masih diberi kesempatan sekolah atau kuliah, belajarlah sebaik mungkin dan raih prestasi setinggi mungkin. Jangan suka bolos, nitip tanda tangan, atau malas mengerjakan tugas. Lakukan bagianmu dengan very well sambil meminta penyertaan Tuhan. Siapa tahu, kelak kamu akan dipakai untuk membuat sejarah besar di dunia ini. (ba)
Pendidikan adalah pintu gerbang untuk membawa kita jadi orang yang memberi pengaruh besar pada dunia ini.
Sumber: Renungan Anak Muda edisi September 2011
Diposting oleh
Deby Nussy
di
08.32
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Senin, 05 September 2011
RENUNGAN HARIAN - edisi Senin, 5 September 2011
Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
(Mazmur 8:2)
Bacaan : Mazmur 8:1-10
The Power of Worship
Pernahkah kita memuji orang lain? Biasanya kalau dipuji, orang bisa mendadak jadi baik sama kita. Misalnya saja nih, kalau kita bilang sama teman kita, “Hari ini kamu cantik sekali,” minimal orang itu akan tersenyum lalu bilang, “terima kasih.” Ada juga orang yang jadi murah hati setelah dipuji. Yap, dampak pujian yang tulus memang ajaib, bisa melunakkan hati orang yang menerima pujian itu, bahkan bisa melunakkan hati Tuhan. Ternyata, Tuhan juga suka pujian dan penyembahan dari umat-Nya loh, apalagi kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Bicara soal memuji Tuhan, kita harus belajar dari Daud.
Alas an kenapa Tuhan suka sama pria yang satu ini adalah karena kesukaannya bermazmur dan menyembah Tuhan. Kitab Mazmur kebanyakan berisi ucapan syukur Daud kepada Tuhan. Salah satu karya Daud ada di kitab Mazmur yang baru saja kita baca. Alkitab juga pernah mencatat kuasa dari penyembahan yang sangat dasyat, antara lain saat Yosafat dan pasukannya dalam keadaan terjepit, mereka menyembah Tuhan. Hasilnya, Tuhan buat penghadangan terhadap musuh mereka (2 Tawarikh 20:1-30). Kisah lainnya, Paulus dan Silas terlepas dari belenggu setelah mereka memuji Tuhan (Kisah para rasul 16:25-26). Jadi, jangan pernah mengganggap enteng pujian penyembahan. Kalau kita serius dalam hal ini, kita akan mengalami banyak terobosan dalam hidup kita.
Sobat muda, sampai hari ini Tuhan masih mencari penyembah-penyembah yang gemar memuji dan menyembah Dia dengan sungguh-sungguh, bukan karena rutinitas agama. Kiranya Tuhan mendapatkan hal itu dalam diri kita. Yuk, mulai belajar memuji Tuhan seperti yang dituliskan oleh Daud dalam kitab Mazmur. Lakukan setiap hari, sesering mungkin, maka kamu akan melihat hal-hal besar, bahkan mukjizat terjadi dalam hidupmu. (his)
Manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan seumur hidupnya.
Sumber: Renungan Anak Muda edisi September 2011.
Diposting oleh
Deby Nussy
di
03.19
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 04 September 2011
RENUNGAN HARIAN - edisi Minggu, 4 Sept 2011
Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
(Mazmur 34:19)
Bacaan : Mazmur 34:12-23
ALLAH PEDULI
Seorang anak berusia 6 tahun pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri. Ibunya menyambutnya dengan sukacita, sampai anak itu memberikan sepucuk surat dari gurunya. Ketika ibunya membuka surat itu, tubuhnya gemetar dan air matanya mengalir deras karena surat itu berbunyi, "Anak ini terlalu bodoh untuk dididik. Kami kembalikan lagi pada Anda. Mulai besok, dia tak perlu sekolah lagi." Dengan air mata bercucuran, ibu itu memeluk anaknya erat-erat, lalu berkata, "anakku, mulai besok, ibu yang akan mendidik kamu." Seorang anak yang dibilang terlalu bodoh untuk dididik ini akhirnya berhasil mematenkan 3000 penemuannya. Anak ini bernama Thomas Alva Edison, yang terkenal sebagai penemu bola lampu.
Sobat muda, jangan pernah menyerah dengan tantangan apa saja. Manusia bisa mencoba menjatuhkan mental kita, tetapi kita tak boleh down dengan hal itu. Yakinlah kalau kamu tetap kuat dan berjuang, Tuhan mampu tinggikan kamu. Kebaikan dan kemurahan hati-Nya besar untuk setiap kita yang berharap kepada-Nya. Inilah yang dihadapi Edison. kalau bukan karena kemurahan Tuhan, Edison tak bisa punya masa depan cemerlang. Tuhan dekat dengan setiap orang yang patah hati, patah semangat, dan yang jiwanya diremukkan oleh kerasnya kehidupan ini. Tuhan tak pernah meninggalkan kita, tetapi justru akan membantu kita mengatasi segala persoalan dalam hidup kita.
Kalau sekarang kamu baru mengalami masa-masa sukar, mari kita datang pada Tuhan. Dia mau dekat, selamatkan, bahkan pulihkan hidupmu. Kita adalah anak-anak Allah yang amat dikasihi-Nya, jadi kita tidak akan dibiarkan-Nya sendirian menghadapi persoalan kehidupan. Kalau Dia bisa pulihkan dan angkat kehidupan Edison, Dia juga bisa angkat dan pulihkan hidupmu.
orang-orang boleh saja meninggalkan kita, tetapi Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita
Sumber: Renungan Anak Muda edisi September 2011
Diposting oleh
Deby Nussy
di
05.08
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
About Me
Followers
Blog Archive
-
▼
2011
(38)
-
▼
September
(11)
- RENUNGAN HARIAN - edisi Kamis, 15 Sept 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Senin, 12 Sept 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Minggu, 11 Sept 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Sabtu, 10 Sept 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Kamis, 8 Sept 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Rabu, 7 September 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Selasa, 6 September 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Senin, 5 September 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Minggu, 4 Sept 2011
- RENUNGAN HARIAN - edisi Sabtu, 3 Sept 2011
- Next to you
-
▼
September
(11)











