Pages

Senin, 05 September 2011

RENUNGAN HARIAN - edisi Senin, 5 September 2011



Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
(Mazmur 8:2)
Bacaan : Mazmur 8:1-10

The Power of Worship
Pernahkah kita memuji orang lain? Biasanya kalau dipuji, orang bisa mendadak jadi baik sama kita. Misalnya saja nih, kalau kita bilang sama teman kita, “Hari ini kamu cantik sekali,” minimal orang itu akan tersenyum lalu bilang, “terima kasih.” Ada juga orang yang jadi murah hati setelah dipuji. Yap, dampak pujian yang tulus memang ajaib, bisa melunakkan hati orang yang menerima pujian itu, bahkan bisa melunakkan hati Tuhan. Ternyata, Tuhan juga suka pujian dan penyembahan dari umat-Nya loh, apalagi kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Bicara soal memuji Tuhan, kita harus belajar dari Daud.

Alas an kenapa Tuhan suka sama pria yang satu ini adalah karena kesukaannya bermazmur dan menyembah Tuhan. Kitab Mazmur kebanyakan berisi ucapan syukur Daud kepada Tuhan. Salah satu karya Daud ada di kitab Mazmur yang baru saja kita baca. Alkitab juga pernah mencatat kuasa dari penyembahan yang sangat dasyat, antara lain saat Yosafat dan pasukannya dalam keadaan terjepit, mereka menyembah Tuhan. Hasilnya, Tuhan buat penghadangan terhadap musuh mereka (2 Tawarikh 20:1-30). Kisah lainnya, Paulus dan Silas terlepas dari belenggu setelah mereka memuji Tuhan (Kisah para rasul 16:25-26). Jadi, jangan pernah mengganggap enteng pujian penyembahan. Kalau kita serius dalam hal ini, kita akan mengalami banyak terobosan dalam hidup kita.
Sobat muda, sampai hari ini Tuhan masih mencari penyembah-penyembah yang gemar memuji dan menyembah Dia dengan sungguh-sungguh, bukan karena rutinitas agama. Kiranya Tuhan mendapatkan hal itu dalam diri kita. Yuk, mulai belajar memuji Tuhan seperti yang dituliskan oleh Daud dalam kitab Mazmur. Lakukan setiap hari, sesering mungkin, maka kamu akan melihat hal-hal besar, bahkan mukjizat terjadi dalam hidupmu. (his)

Manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan seumur hidupnya.
Sumber: Renungan Anak Muda edisi September 2011.

0 komentar:

Poskan Komentar